Kutacane, (Analisa) - Jumlah tenaga honorer yang masuk dalam Daftar Nominasi Kategori I Database yang berjumlah sekitar 393 orang yang dikeluarkan BKN belum lama ini, diper-kirakan mencapai 70 persen diduga berstatus tenaga honorer fiktif.
Tingginya persentase tenaga honorer yang diduga fiktif tersebut berdasarkan atas verifikas dan validasi pihak Aliansi Mahasiswa Pemuda Kabupaten Aceh Tenggara yang sejak beberapa hari telah membuka Posko Pengaduan Tenaga Honorer.
Seperti dijelaskan Fajriansyah selaku Koordinator Posko Pengaduan kepada Analisa Kamis (26/4), dari data sementara tercatat jumlah tenaga honorer yang diduga berstatus fiktif mencapai 250-an orang dari berbagai instansi/dinas.Nominasi kelulusan tertinggi adalah tenaga honorer dari Sekdakab, Dinas Pendidikan, Pemuda Olah Raga, Dinas Kesehatan dan di sejumlah jajaran pemerintahan daerah lainnya secara tersebar.
Dijelaskan, sebanyak 200 tenaga honorer yang selama ini telah mengemban tugas di berbagai instansi tapi tak masuk pada daftar nominasi yang dikeluarkan BKN belum lama ini, telah melapor di Posko Pengaduan.
Para tenaga honorer itu, kini sedang melakukan perlengkapan berkas untuk selanjutnya dalam waktu dekat akan diserahkan langsung kepada Menpan, dengan harapan para tenaga honorer tercecer dapat tercover pada daftar nominasi database.
"Tentang banyaknya tenaga honorer yang fiktif ini kita berharap mendapat tindakan tegas dari pihak terkait dan bagi rekan-rekan tenaga honorer yang tercecer ini mendapat tanggapn serius dari pihak Menpan," ujarnya.
Penuhi Panggilan Polisi
Sementara itu, terkait pengaduan sejumlah tenaga honorer tercecer kepada pihak kepolisian belum lama ini, para kepala dinas di Agara pada Rabu (25/4) mulai memenuhi panggilan polisi. Mereka yang telah menjalani periksaan antara lain Kepala Dinas Perhubungan Samidin Husin, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan olah Raga H Ali Basrah S.Pd,MM, Kepala Dinas Sosial Jahidin SKM,M.Kes, Kepala Dinas Koperasi H Gani Suhud, Sekretaris Dewan Ali Husein dan Sekretaris Kabupaten Hasanudin Dharjo.
Pantauan Analisa di Mapolres Agara, pemeriksaan dilakukan secara bersamaan dan yang terakhir diperiksa sekitar pukul 13.15 wib adalahi Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) karena tenaga honorer yang dominan masuk pada nominasi hasil verifikasi database merupakan tenaga honorer pada Sekdakab.
Kepada polisi sebagian Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Agara ini mengaku tak mengenal seluruh tenaga honorer yang masuk pada database tersebut. Pasalnya sebagian kadis mengaku belum bertugas saat dilakukan pengangkatan tenaga honorer dimaksud.
Bahkan usai menjalani pemeriksaan, beberapa Kadis menyatakan merasa kaget atas banyaknya tenaga honorer masuk nominasi data base pada instansi pimpinannya.
Pemeriksaan Sekretaris Daerah Hasanudin Dharjo terkesan khusus, dimana yang bersangkutan diperiksa bukan pada ruang Tipikor layaknya pemeriksaan pada sejumlah kadis, melainkan di ruangan Gakkumdu dengan kondisi pintu tertutup. (shd)
Sumber : Analisa Daily


